Rabu, 13 Februari 2013

Laporan Keuangan ( Laporan Laba Rugi )



A.    LAPORAN LABA RUGI
1.      Pengertian Laporan Laba Rugi
Laporan laba-rugi diturunkan dari istilah earning statemen, profit and loss statement, operation statement, atau income statement. Setiap jangka waktu tertentu, umumnya satu tahun, perusahaan perlu memperhitungkan hasil usaha perusahaan yang dituangkan dalam bentuk laporan Income Statemen. Hasil usaha perusahaan tersebut didapat dengan cara membandingkan penghasilan dengan biaya selama jangka waktu tertentu. Besarnya laba atau rugi akan diketahui dari hasil perbandingan tersebut.
Penyusunan laporan laba rugi terutama untuk keperluan laporan keuangan hendaknya:
1.      Perlu disebutkan judulnya yang terdiri dari nama perusahaan, nama laporan, dan periode waktu yang diliput.
2.      Perlu diungkapkan semua sumber penghasiulan dan bermacam-macam onngkos dan biaya yang timbul sehubungan dengan usaha pokok atau usaha utama perusahaan.
3.      Perlu ditunjukkan secara jelas besarnya laba usaha atau rugi usaha dan besarnya pendapatan bersih atau kerugian bersih untuk periode yang bersangkutan.
Untuk itu posisi aktiva harus lebih besar dibandingkan dengan hutang. Hutang adalah menunjukkan sumber modal yang berasal dari kreditur. Dalam jangka waktu tertentu perusahaan wajib membayar kembali atau wajib memenuhi tagihan yang berasal dari pihak luar. Kreditur-kreditur tersebut ada yang mendapat jaminan sepenuhnya dengan harta kekayaan tertentu, mendapat jaminan sebagian atau tanpa jaminan sama sekali.
Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut :
-          Pendapatan
-          Laba rugi usaha
-          Beban pinjaman
-          Bagian dari laba / rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode ekuitas
-          Beban pajak
-          Laba/rugi dari aktivitas normal perusahaan
-          Pos luar biasa
-          Hak minoritas, dan
-          Laba/rugi bersih untuk periode berjalan

2.      Unsur – Unsur Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan yang menunjukan atau menggambarkan berapa besar pengasilan dan biaya untuk periode tertentu dalam kegiatan perusahaan. Dalam penyusunannya seorang akuntan harus pandai-pandai dan menyadari dengan baik yang mana termasuk dalam kategori penghasilan/laba dan yang mana termasuk dalam kategori biaya.
Secara umum unsur-unsur yang terdapat dalam laporan laba rugi:
1.      Penjualan ( Sales )
Penjualan merupakan penerimaan yang diperoleh dari pengiriman barang dagangan atau penyerahan dalam bursa sebagai bahan pertimbangan (Siegel dan Shim). Menurut Jumingan penjualan merupakan penghasilan utama dari perusahaan dagang, perusahaan jasa, atau perusahaan industri berupa hasil penjualan barang atau jasa kepada pembeli, langganan, penyewa, dan pemakai jasa lainnya".
2.      Harga Pokok Penjualan ( Cost of Goods Sold )
Harga pokok penjualan merupakan harga beli atau pembuatan suatu barang yang dijual, juga disebut cost of goods sold.
3.      Depresisasi (Depreciation)
Depresiasi adalah penurunan nilai yang terjadi secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu. Penurunan nilai ini terjadi pada berbagai jenis barang, seperti gedung, kendaraan, peralatan kantor, dan berbagai jenis inventaris lainnya.
4.      Bunga (interest)
Bunga merupakan balas jasa yang harus diberikan atas dasar kesepakatan dalam pinjaman yang diberikan. Dalam persoalan bunga biasanya dikenakan bagi mereka yang mengambil pinjaman atau keputusan kredit, seperti kredit fi perbankan.
5.      Pendapatan Sebelum Pajak (Earning Before Tax)
Pendapatan sebelum pajak (earning before tax) merupakan laba yang terlihat atau yang diperoleh sebelum dikurangkan dengan pajak.
6.      Pajak (Tax)
Pajak (tax) merupakan pembayaran yang dibebankan oleh pemerintah atas penghasilan perorangan, perusahaan, tanah, barang-barang pemberian atau sumber-sumber lainnya untuk memberikan pemasukan barang umum (publik).
7.      Laba Setelah Pajak (Eraning After Tax)
Laba setelah Pajak (earning after tax) merupakan laba yang diperoleh setelah dikurangkan dengan pajak. Ini disebut juga dengan net income (laba bersih), atau net profit yang diterima oleh perusahaan. Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah rugi bersih (nett los).

3.      Bentuk Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk sebagai berikut :
a.      Multiple Step (Bertahap)
Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokan terhadap pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung pengahasilan-penghasilan sebagai berikut :
-          Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan
-          Pengahasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha
-          Penghasilan bersih sebelum pajak
-          Penghasilan bersih sesudah pajak
-          Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa
b.      Single Step
Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biays ke dalam kelompok-kelompok uasaha dan di luar uasaha, tetapi hanya dipisahkan antara :
-          Pendapatan-pendapatan dan laba-laba
-          Biaya-biaya dan kerugian-kerugian

2.      Contoh Laporan Laba Rugi
( Lampiran 4 – 6 )


Anda ingin sukses mendapat income yang banyak dengan modal sangat sedikit bahkan tanpa sepersenpun, klik di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar